	  
	  
{"id":7911,"date":"2022-05-18T11:06:39","date_gmt":"2022-05-18T04:06:39","guid":{"rendered":"https:\/\/www.elitery.com\/?p=7911"},"modified":"2023-08-21T12:08:14","modified_gmt":"2023-08-21T05:08:14","slug":"apa-itu-ddos","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/new.elitery.com\/id\/articles\/apa-itu-ddos\/","title":{"rendered":"Apa itu DDOS? Inilah Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"<img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-9716\" src=\"https:\/\/www.elitery.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/apa-itu-DDOS-banner-new.png\" alt=\"apa-itu-DDOS-banner-new\" width=\"800\" height=\"400\" \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi mereka yang bergelut di dunia IT atau yang sedang mempelajari jaringan komputer, pasti pernah mendengar istilah DDOS. Apa itu DDOS? Di era di digital, DDOS menjadi serangan yang patut diwaspadai. Bahkan di kuartal pertama 2020, serangan ini mengalami peningkatan cukup pesat yakni sebanyak 25% dari kuartal pertama tahun sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serangan ini menjadi ancaman bagi para pemilik website, karena terus mengalami perkembangan sehingga dapat memberikan dampak serius bagi website. Agar lebih memahami dan bisa mencegah DDOS <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">attack <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pada website Anda, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Itu DDOS? Ini Pengertiannya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">DDOS <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">attack <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Distributed Denial of Service <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan serangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cyber <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dengan cara mengirimkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fake traffic<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau lalu lintas palsu ke suatu sistem atau server secara terus menerus. Dampaknya, server tersebut tidak dapat mengatur seluruh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">traffic <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sehingga menyebabkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">down<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Umumnya serangan ini menyasar jaringan, layanan online, hingga website, dengan tujuan agar server tersebut tidak dapat mengakomodasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">traffic <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau lalu lintas sehingga website mengalami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">down <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan tidak dapat beroperasi. Tak hanya menargetkan perseorangan atau perusahaan tertentu, serangan ini juga bisa menyasar sektor lebih tinggi seperti sektor pemerintahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam prakteknya agar dapat menyerang suatu server, DDOS akan mengerahkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">host <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dalam jumlah besar. Namun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">host <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang dikerahkan tersebut adalah palsu, selanjutnya para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hacker <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">akan membanjiri lalu lintas server dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">host <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">palsu tersebut. Sehingga ketika server berhasil dibanjiri oleh<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> traffic hacker<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dampaknya server akan lebih sulit diakses oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">host <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau pengguna nyata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Guna memastikan apakah suatu website terkena serangan DDOS terbilang cukup sulit karena memerlukan bantuan ahli IT. Pasalnya ciri-ciri yang timbul tak jauh berbeda dengan permasalahan umum seperti koneksi internet lambat. Namun terdapat beberapa gejala yang dapat menandakan website terkena serangan DDOS, diantaranya :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Adanya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">spam <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">email dalam jumlah besar dan masuk dalam waktu hampir bersamaan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">1. Koneksi internet lambat sehingga memerlukan waktu lebih lama untuk mengaksesnya atau bahkan tidak dapat diakses.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">2. Pemakaian CPU tinggi meskipun tidak ada aktivitas yang berjalan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">3. Peningkatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">traffic <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tidak wajar dan alamat IP memiliki profil tidak sama contohnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">browser <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang digunakan, tipe perangkat, dan lokasi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">4. Peningkatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">traffic <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">padat di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bandwith<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, baik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">upload <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">maupun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">download<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>3 Cara Menyerang dengan DDOS<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat beberapa jenis penyerangan DDOS, diantaranya :<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Protocol Attacks<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Disebut juga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/www.netscout.com\/what-is-ddos\/state-exhaustion-attacks\">state-exhaustion attacks<\/a>, protocol attacks<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menargetkan kelemahan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">layer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">3 maupun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">layer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">4. Caranya adalah dengan membuat penggunaan perangkat jaringan ataupun sumber daya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">server <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">contohnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">load balancers<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">firewalls <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">melebihi kapasitas.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Application Attacks<\/b><\/h3>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Application attacks <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">layer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">7 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">attack <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bekerja dengan mengeksploitasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">layer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">7, dimana merupakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">layer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">server untuk merespon serta menerima<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> http request<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan memuat halaman website.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Volumetric Attacks<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adalah bentuk DDOS <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">attack <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">paling umum, dimana penyusup menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">botnet <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">guna membanjiri <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bandwidth <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">server maupun website dengan lalu lintas dalam jumlah besar.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tips Mengatasi Serangan DDOS<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain memahami tentang pengertian dari DDOS, selanjutnya Anda juga perlu mengetahui bagaimana tips ampuh mengatasi serangan berbahaya ini.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga : <a class=\"row-title\" href=\"https:\/\/www.elitery.com\/articles\/10-penyebab-server-website-down-by-elitery\/\" aria-label=\"\u201cBerikut Ini 10 Penyebab Server Website Down Tidak Bisa Diakses\u201d (Edit)\">Berikut Ini 10 Penyebab Server Website Down Tidak Bisa Diakses<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h3><b>1. Meningkatkan Kapasitas Sumber Daya Server<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pastikan website Anda telah didukung dengan kapasitas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bandwith <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dimana mampu mengatasi lonjakan lalu lintas. Karenanya terlebih dahulu ketahui level <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">traffic<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> website, lalu persiapkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bandwith <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ekstra yang melebihi kebutuhan tersebut guna mengantisipasi. Namun cara ini hanya dimaksudkan agar Anda dapat memperpanjang waktu guna mengatasi serangan.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Melakukan Monitoring Traffic<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu lakukan pengecekan aktivitas lalu lintas server secara rutin. Diharapkan dengan melakukan hal tersebut, Anda bisa mendapatkan gambaran terkait <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">traffic trends<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan juga bisa membedakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">traffic <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">normal dan tinggi.<\/span><\/p>\n<h3><strong>3. Gunakan Layanan Proteksi DDoS<\/strong><\/h3>\n<p>Penting untuk mengambil tindakan pencegahan dan memasang sistem proteksi DDoS yang baik untuk melindungi website dan jaringan Anda. Banyak penyedia layanan hosting dan Cloud sudah menyediakan layanan proteksi DDoS.<\/p>\n<h3><strong>4. Batasi Akses IP<\/strong><\/h3>\n<p>Cara lain untuk mengurangi serangan DDoS adalah dengan membatasi akses IP. Anda dapat membuat daftar IP yang diizinkan mengakses server atau jaringan Anda. Dengan cara ini, pengunjung dari IP yang tidak dikenal tidak akan dapat mengakses website atau jaringan Anda.<\/p>\n<h3><strong>5. Gunakan CDN<\/strong><\/h3>\n<p>Content Delivery Network (CDN) dapat membantu mengurangi serangan DDoS dengan mendistribusikan lalu lintas website ke server-server di seluruh dunia. Dengan menggunakan CDN, website Anda dapat menangani volume lalu lintas yang lebih besar dan mengurangi risiko serangan DDoS.<\/p>\n<h3><strong>6. Jangan Gunakan Protokol Koneksi Terbuka<\/strong><\/h3>\n<p>Protokol koneksi terbuka, seperti SNMP, DNS, dan NTP, dapat digunakan oleh penyerang untuk melakukan serangan DDoS. Pastikan untuk menutup semua port yang tidak diperlukan dan hanya mengizinkan koneksi yang diperlukan untuk memastikan keamanan jaringan Anda.<\/p>\n<h3><strong>7. Gunakan Firewall yang Kuat<\/strong><\/h3>\n<p>Firewall yang kuat dapat membantu mencegah serangan DDoS dengan memblokir lalu lintas yang mencurigakan dan melindungi jaringan dari serangan malware. Pastikan firewall Anda dikonfigurasi dengan benar dan selalu diperbarui dengan definisi terbaru.<\/p>\n<h2><b>Hindari DDoS Dengan Beralih Menggunakan Layanan Managed Detection and Response dari Elitery<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cybersecurity adalah aspek penting dalam dunia digital saat ini. Dengan berbagai metode pertahanan dan teknologi yang ada, kita dapat melindungi sistem dan data kita dari ancaman yang berpotensi merugikan seperti serangan DDOS. Layanan seperti MDR dari Elitery menawarkan solusi terintegrasi untuk menghadapi tantangan keamanan siber yang kompleks. Investasi dalam keamanan siber adalah investasi dalam masa depan yang aman dan terlindungi.Dengan Elitery, Anda dapat:<\/span><\/p>\n<p><strong>1. Mendeteksi dan menghentikan serangan siber yang tersembunyi\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>2. Memburu ancaman siber terkini dengan kecepatan dan skala yang tak tertandingi<\/strong><\/p>\n<p><strong>3. Pengawasan keamanan sistem 24\/7<\/strong><\/p>\n<p><strong>4. Memiliki tim ahli yang siap tanggap dan efektif dalam menangani serangan siber<\/strong><\/p>\n<p><strong>5. Mengurangi dampak pelanggaran, meminimalkan waktu henti, dan menjaga keamanan aset digital yang krusial.<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><img src=\"https:\/\/new.elitery.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Banner-Landscape-Ebook-Cybersecurity.jpg\" \/><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Anda mencari solusi MDR yang dapat membantu Anda melindungi bisnis dan fasyankes Anda dari ancaman siber, Elitery adalah pilihan yang tepat untuk Anda.Hubungi kami hari di (+62-21) 7511-004 dan info@elitery.com untuk mempelajari lebih lanjut tentang layanan kami. Jangan lupa untuk mengunduh <a href=\"https:\/\/campaign.elitery.com\/ebook-ransomware-strategy-lengkap-untuk-pencegahan-dan-pemulihan\/\">Ebook Ransomware: Strategy Lengkap untuk Pencegahan dan Pemulihan<\/a> untuk mengetahui informasi dasar mengenai apa itu Ransomware serta cara pencegahannya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi mereka yang bergelut di dunia IT atau yang sedang mempelajari jaringan komputer, pasti pernah mendengar istilah DDOS. Apa itu DDOS? Di era di digital, DDOS menjadi serangan yang patut diwaspadai. Bahkan di kuartal pertama 2020, serangan ini mengalami peningkatan cukup pesat yakni sebanyak 25% dari kuartal pertama tahun sebelumnya. Serangan ini menjadi ancaman bagi&#8230;  <a class=\"excerpt-read-more\" href=\"https:\/\/new.elitery.com\/id\/articles\/apa-itu-ddos\/\" title=\"Read Apa itu DDOS? Inilah Cara Mengatasinya\">Read more &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7912,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[69],"tags":[35,224,96],"translation":{"provider":"WPGlobus","version":"2.8.11","language":"id","enabled_languages":["en","id"],"languages":{"en":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"id":{"title":false,"content":false,"excerpt":false}}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/new.elitery.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7911"}],"collection":[{"href":"https:\/\/new.elitery.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/new.elitery.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.elitery.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.elitery.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7911"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/new.elitery.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7911\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10566,"href":"https:\/\/new.elitery.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7911\/revisions\/10566"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/new.elitery.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7912"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/new.elitery.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7911"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.elitery.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7911"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/new.elitery.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7911"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}